Sentralisasi menjadi langkah jangka panjang untuk memastikan kejelasan status dan formasi guru honorer tanpa bergantung pada anggaran daerah.

“Kami ingin guru fokus mendidik tanpa terbebani urusan administrasi yang panjang. Ini komitmen nyata pemerintah untuk memuliakan profesi guru,” tegas Bupati Eduard Lioe.

Program Prioritas Kemendikdasmen 2025

Sentralisasi ini berjalan paralel dengan program prioritas nasional bidang pendidikan pada tahun 2025, antara lain:

  • Wajib Belajar 13 Tahun, memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan hingga SMA/SMK.
  • Peningkatan Mutu Vokasi SMK melalui program Pusat Keunggulan, sertifikasi global, dan kolaborasi industri 4.0.
  • Penguatan Literasi dan Karakter, termasuk distribusi 1,5 juta buku bacaan berkualitas dan pelestarian bahasa daerah.
  • Inovasi Pembelajaran Digital melalui smartboard dan platform digital untuk pembelajaran interaktif.

Seruan Bupati kepada Guru

Menutup amanatnya, Bupati menyampaikan pesan reflektif dan penuh semangat untuk para guru.

“Pendidikan tidak boleh stagnan. Kami tidak meminta guru bekerja lebih keras, tetapi lebih cerdas dan bermakna. Mari jadikan HGN 2025 sebagai momentum memperbarui janji: mendidik dengan hati, mengabdi tanpa henti. Guru Hebat, Indonesia Kuat.”

Rangkaian Lomba Meriahkan Perayaan

Perayaan HGN dan HUT PGRI ke-80 ini dimeriahkan dengan berbagai lomba, antara lain:

  • Lomba pidato Bahasa Dawan bertema Guru Hebat Indonesia Kuat
  • Lomba solo vokal siswa dengan lagu Indonesia Hebat
  • Lomba tarik tambang antar-guru
  • Lomba permainan tradisional seperti bola kasti dan gala asin

Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat khas Timor sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya sekaligus refleksi peran guru dalam pendidikan. (rnc26)