“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah. Dari sesuatu yang dibuang, bisa tercipta peluang bisnis,” ujar Yulinda Kristiani Thoulasik, salah satu anggota tim.

Sementara Yoan Novembrianti Radja menambahkan mereka melihat peluang besar di pasar produk kriya ramah lingkungan. Karena itu, ide ini diarahkan untuk bisa dikembangkan menjadi bisnis jangka panjang.

Belajar, Berkolaborasi, dan Berinovasi

Dalam proses kompetisi, para anggota tim mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru.

“Kami belajar menyusun perencanaan bisnis yang matang. Awalnya gugup, tapi akhirnya justru jadi pengalaman seru dan menambah kepercayaan diri,” tutur Mikaelis Endang Saputri.

Mely Margareth Kyanda Bere menekankan pentingnya kerja tim. “Kami punya latar belakang berbeda, tapi semuanya berpadu untuk satu tujuan — menciptakan ide bisnis yang berdampak positif,” katanya.

Sedangkan Natalia Jessica Mami Ampur berharap ide tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut. “Kami tidak ingin berhenti di kompetisi ini saja. Semoga Shape of Veluna bisa diwujudkan menjadi usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Natalia.

Langkah Berikutnya: Bootcamp dan Pitching Day

Setelah lolos ke babak 40 besar, tim Shape of Veluna akan mengikuti tahap bootcamp dan pitching day yang menentukan siapa yang berhak menjadi finalis terbaik UMi Youthpreneur 2025.