Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID — Buruknya infrastruktur umum di Kota Kupang kembali menjadi sorotan di tengah musim penghujan. Sejumlah ruas jalan utama hingga kawasan permukiman warga harus tergenang air, meski hujan yang turun tidak berintensitas tinggi.
Pantauan RakyatNTT.ID, sejak Sabtu (15/11) hingga Senin (17/11), hampir seluruh jalan utama di berbagai kecamatan mengalami aliran air hingga genangan. Faktor utama penyebabnya adalah minimnya infrastruktur drainase di kawasan permukiman serta tidak berfungsinya drainase utama akibat tersumbat sampah plastik yang menumpuk selama bertahun-tahun.
Jalan Utama Berubah jadi Sungai
Salah satu titik yang paling terdampak adalah ruas Jalan Penkase Oeleta di Kecamatan Alak. Setiap kali hujan turun, ruas jalan tersebut langsung dialiri air deras hingga tampak seperti sungai. Kondisi serupa terjadi di Jalan Timor Raya, tepatnya di kawasan Kelurahan Oesapa. Jalan nasional itu tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa akibat drainase yang tidak mampu menyalurkan air karena tersumbat sampah.
Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas lalu lintas, tetapi juga membahayakan pengendara yang melintas.
Permukiman Warga Ikut Terendam
Minimnya sistem drainase membuat air meluap ke jalan raya dan kemudian masuk ke kawasan permukiman warga. Sejumlah rumah dan tempat usaha ikut terdampak. Warga yang terkena genangan terpaksa mengamankan perabot serta barang-barang dagangan agar tidak rusak terendam air.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

