Jakarta, RakyatNTT.ID Harga emas dunia di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange kembali melemah seiring penguatan nilai tukar Dolar AS dan berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan depan.

Selain itu, investor juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang tertunda dan diperkirakan dapat menjadi petunjuk penting terkait arah kebijakan moneter bank sentral.

Dikutip dari Reuters, emas spot turun 0,3 persen menjadi 4.068 dolar AS per ons pada penutupan perdagangan Senin (17/11/2025) waktu setempat. Sementara itu, kontrak emas berjangka Desember turun 0,5 persen ke posisi 4.074 dolar AS per ons.

Penguatan Dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan.

Para analis menyebut pergerakan emas masih fluktuatif jelang rilis data tenaga kerja AS pada Kamis dan risalah rapat The Fed pada Rabu. Saat ini probabilitas pemangkasan suku bunga Desember turun menjadi 41 persen, merosot dari posisi 60 persen pada pekan sebelumnya.

Meski tekanan jangka pendek meningkat, prospek emas dalam jangka panjang dinilai tetap positif. Scotiabank memperkirakan harga emas bisa mencapai 3.800 dolar AS per ons pada 2026, didukung ketidakpastian ekonomi global dan peluang penurunan suku bunga riil.

Di sisi lain, pergerakan logam mulia lainnya tercatat beragam. Perak naik 0,6 persen ke 50,83 dolar AS per ons, sementara platinum turun 0,2 persen ke 1.538 dolar AS per ons, dan paladium melemah 0,9 persen ke 1.397 dolar AS per ons. (*/rnc)