Lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat rusaknya permukiman, terputusnya akses jalan, serta gangguan komunikasi.

“Praktis tidak ada sinyal komunikasi saat masuk ke wilayah Tapanuli Tengah,” ungkap Suharyanto.

Untuk mengatasi situasi tersebut, BNPB telah mengirimkan paket Starlink guna memulihkan akses komunikasi. Di samping itu, bantuan logistik juga disalurkan, termasuk makanan siap saji, kapal karet, serta perlengkapan pengungsian.

Iklan

BNPB juga menurunkan alutsista dan alat berat untuk percepatan normalisasi jalur darat yang terputus. Sementara untuk transportasi udara, disiapkan 2 helikopter dan 1 pesawat karavan yang digunakan untuk mendukung proses evakuasi dan distribusi bantuan.

“Semoga pesawat ini dapat membantu mobilitas evakuasi dan logistik,” tambahnya.

Aceh: 35 Korban Meninggal, 25 Hilang, Ribuan Warga Mengungsi

Di Aceh, BNPB mencatat 35 warga meninggal dunia, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 4.846 KK, tersebar di berbagai titik posko sementara.

Suharyanto menjelaskan bahwa hingga kini masih banyak wilayah yang belum dapat sepenuhnya diakses karena kerusakan jalan. Sejumlah jalur darat masih terputus, termasuk:

  • Batas wilayah Sumut–Aceh
  • Jalur menuju Banda Aceh, Lhoksumawe, Aceh Utara, Aceh Timur
  • Wilayah Gayo Lues, yang terputus di empat titik

“Perbaikan jalan masih dilakukan bertahap karena kerusakan cukup parah,” jelasnya.