Di samping memiliki winger lincah dan striker tajam, CBN juga masih punya kelemahan di lini belakang. Terbukti kebobolan tiga gol di babak penyisihan. Berdasarkan catatan, CBN selalu kebobolan di setiap laga. Artinya, Persab punya peluang mencetak gol ke gawang CBN.

Sebaliknya, Persab Belu memang tak memiliki catatan mentereng di fase grup, namun melihat konsistensi kedisiplinan pertahanan, Persab layak diwaspadai. Di babak penyisihan, Persab sudah menunjukkan keunggulan pertahanan di dua laga, yakni saat melawan Tiara Nusa FC dan Bajak Laut FC. Persab berhasil menahan serangan-serangan dua tim tersebut sehingga berakhir dengan kemenangan.

Persab hanya ternoda ketika meladeni Persematim Manggarai Timur. Laskar Manu Aman Lakaan yang kala itu sudah memiliki 6 poin memilih bermain santai karena sudah menggenggam tiket 16 besar. Laga memang berlangsung sengit. Persab berhasil menahan imbang Persematim 0-0 hingga babak pertama selesai. Persematim baru berhasil membobol gawang Persab di menit ke-59 memanfaatkan kemelut di mulut gawang Persab.

CBN dan Persab Belu sama-sama belum pernah menjuarai turnamen ini. Bahkan tak masuk daftar kandidat juara tahun ini. Apalagi CBN baru dua kali tampil di ETMC. Inilah saatnya CBN menunjukkan jati diri serta harga diri Ngada. Sebaliknya, Persab yang kali ini membawa pemain-pemain berpengalaman di turnamen ETMC tak ingin pulang dengan tangan hampa. Inilah momen kedua tim mencatat sejarah. (rnc)