Menanggapi pernyataan Bupati Falen sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, Fransiscus Go mengatakan, Yayasan Felix Maria Go berencana memperluas inisiatif serupa ke desa-desa lain di Timor Tengah Utara. “Jika berkelanjutan, Maumolo berpotensi menjadi model inspiratif pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur, sebuah bukti bahwa kemandirian dan kehormatan dapat tumbuh dari desa yang dulu kekeringan, kini menebar harapan,” tandas Fransiscus Go, Selasa (11/11/2025).

Sekadar tahu, Desa Maumolo, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tengga Timur, kini tak lagi kekeringan, dan lahan pertaniannya kembali produkif. Perubahan tersebut terjadi, setelah Desa Maumolo mendapat pendampingan dari Yayasan Felix Maria Go (YMFG).

Fransiscus Go menerapkan konsep “Tumbuh Mandiri, Hidup Terhormat” bersama masyarakat Desa Maumolo untuk bangkit dari krisis air dan keterbatasan ekonomi. Konsep TUMHIHO menekankan kemandirian warga desa, dengan cara memperkuat potensi lokal dan memperbaiki akses dasar kehidupan.

Salah satu upaya yang dilakukan YFMG adalah pembuatan sumur bor di beberapa titik strategis, agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Air lalu dialirkan ke rumah-rumah warga dan lahan pertanian, sehingga sekarang kembali produktif. Program ini diikuti pelatihan menanam sayur organik, pendampingan ekonomi keluarga, serta kegiatan sosial seperti literasi anak dan pelatihan memasak untuk ibu rumah tangga.