Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lewoleba, RakyatNTT.ID — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menerima audiensi dari LSM Barakat, Prof. Yopi Taum dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Budaya (Porabud) Kabupaten Lembata di ruang kerjanya pada Jumat (31/10/2025).
Pertemuan tersebut membahas kolaborasi pengembangan ekonomi biru berbasis kearifan lokal di Desa Tapobaran, Kecamatan Nagawutung.
Barakat Dorong Ekonomi Biru Lewat Tradisi Adat
Ketua LSM Barakat, Benediktus Bedil Pureklolon, menjelaskan bahwa organisasi yang telah berdiri sejak 2006 itu berkomitmen mempromosikan konservasi laut dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kemitraan berkelanjutan.
Salah satu program unggulannya adalah inisiatif ekonomi biru di Desa Tapobaran, yang mengintegrasikan tradisi adat Muro Welo Matan sebagai bentuk perlindungan terhadap kawasan pesisir dan Tanjung Nuhanera.
“Inisiatif ini adalah model ekonomi biru berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat konservasi laut. Program ini bahkan sudah mendapat dukungan internasional dari Singapura dan Belanda,” ujar Ben Bedil.
Akademisi Sanata Dharma: Barakat Beri Dampak Nasional
Akademisi Universitas Sanata Dharma, Prof. Yopi Taum, menilai langkah Barakat menghidupkan kembali tradisi Muro telah memberi kontribusi besar terhadap pengembangan ekonomi biru di tingkat nasional dan global.
