Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Secara agregat, Risk-Based Capital (RBC) industri tercatat:
- Asuransi jiwa: 481,94%
- Asuransi umum dan reasuransi: 326,38%
“Keduanya masih jauh di atas ambang batas (threshold) minimal sebesar 120%, menandakan industri asuransi tetap dalam kondisi yang kuat,” terang Ogi.
Aset Asuransi Non-Komersial dan Dana Pensiun
Untuk asuransi non-komersial, yang meliputi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program asuransi TNI-Polri, total aset tercatat sebesar Rp 222,67 triliun, tumbuh 1,21% yoy.
Sementara itu, industri dana pensiun juga mencatatkan kinerja positif dengan total aset mencapai Rp 1.622,78 triliun, tumbuh 8,18% yoy per September 2025.
Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap program pensiun dan pengelolaan investasi yang lebih efisien.
OJK Optimistis Industri Asuransi Tetap Tumbuh
Ogi menegaskan bahwa OJK akan terus memperkuat pengawasan dan tata kelola industri asuransi, termasuk mendorong penerapan manajemen risiko dan transparansi.
“Kami melihat ruang pertumbuhan industri asuransi masih terbuka lebar. Fokus utama OJK adalah memperkuat kepercayaan masyarakat dan meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap stabilitas sistem keuangan nasional,” tutupnya.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

