Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sumber militer menyebut, penempatan kekuatan tersebut dapat digunakan untuk operasi antinarkotika, patroli strategis, atau manuver pencegahan terhadap ancaman regional.
Reaksi Venezuela dan Respons Washington
Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengecam keras langkah AS tersebut, menyebut Washington tengah “mengada-adakan perang baru” demi memperkuat kehadiran militer di kawasan Amerika Latin.
“Mereka ingin menciptakan konflik untuk membenarkan intervensi,” ujar Maduro dalam pernyataannya di Caracas.
Namun, Presiden AS Donald Trump membantah bahwa pengerahan militer itu bertujuan untuk menginvasi Venezuela atau menggulingkan pemerintahan Maduro.
“Tidak, itu tidak benar,” tegas Trump ketika dikonfirmasi terkait laporan operasi militer rahasia terhadap Caracas.
Meski begitu, sumber internal Gedung Putih menyebut bahwa Trump sebelumnya telah memberi wewenang kepada CIA untuk melakukan operasi rahasia mematikan di Venezuela bulan lalu, sebagaimana dilaporkan sejumlah media Amerika.
Analisis: Operasi AS Bisa Melampaui Antinarkotika
Ryan Berg, Direktur Program Amerika di Center for Strategic and International Studies (CSIS), menilai pengerahan kelompok tempur kapal induk USS Gerald R. Ford menunjukkan bahwa tujuan Washington bisa melampaui sekadar operasi antinarkotika.
