Jakarta, RakyatNTT.ID — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa 80% kasus penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat.

Kebiasaan seperti mengikuti diet Mediterania, tidur cukup, serta mengelola stres dengan baik menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Namun, di balik upaya menjaga kesehatan tersebut, para ahli menyoroti satu kebiasaan umum yang sering diabaikan — yaitu terlalu lama duduk tanpa jeda, yang ternyata menjadi ancaman serius bagi jantung.

Iklan

Duduk Terlalu Lama, Ancaman Diam-diam bagi Jantung

Penelitian dalam American Journal of Lifestyle Medicine (2017) menemukan bahwa duduk lebih dari 10,6 jam per hari meningkatkan risiko gagal jantung hingga 40% dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 60%.

Menurut para ahli kardiologi yang dikutip dari Beautynesia dan Parade, banyak orang tidak menyadari bahwa duduk terlalu lama bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan faktor risiko kardiovaskular utama.

“Bahaya ini terjadi secara perlahan dan diam-diam selama bertahun-tahun,” ujar Dr. Ramy Doss, ahli jantung di Banner Health.

Duduk berjam-jam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner, stroke, hingga kematian mendadak akibat serangan jantung — bahkan ketika seseorang rutin berolahraga setiap hari.

Penjelasan Medis: Apa yang Terjadi Saat Tubuh Terlalu Lama Duduk

Ahli jantung Dr. Mona Shah, yang juga bersertifikat di bidang pengobatan holistik, menjelaskan bahwa duduk terlalu lama menurunkan kadar oksida nitrat, senyawa penting yang membantu menjaga elastisitas pembuluh darah.

Ketika kadar oksida nitrat menurun:

  • Terjadi peningkatan oksidasi dan peradangan dalam tubuh
  • Metabolisme melambat, aliran darah terganggu
  • Enzim pemecah lemak menjadi kurang aktif

Kondisi ini menyebabkan peningkatan risiko kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi — tiga pemicu utama penyakit jantung kronis.

Olahraga Saja Tidak Cukup

Banyak orang berpikir bahwa olahraga intens selama satu jam sehari sudah cukup untuk menebus waktu duduk panjang.

Namun, Dr. Doss menegaskan bahwa olahraga tidak sepenuhnya mengimbangi efek negatif duduk berjam-jam.

“Individu yang berolahraga lebih dari 150 menit per minggu tetap memiliki risiko kardiovaskular tinggi jika mereka duduk lama tanpa jeda,” jelasnya.

Solusi: Bergerak dan Istirahat Secara Teratur

Para ahli sepakat bahwa kunci menjaga kesehatan jantung bukan hanya olahraga berat, tetapi aktivitas ringan dan konsisten sepanjang hari.

Dr. Shah menyarankan peningkatan NEAT (Non-Exercise Activity Thermogenesis) — yaitu aktivitas fisik ringan seperti berjalan, berdiri, dan peregangan.

NEAT membantu meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah dan kadar kortisol, serta mengurangi peradangan dalam tubuh.

“Lakukan peregangan dua menit setiap 30–60 menit saat bekerja di depan layar,” sarannya.

Kesimpulan: Langkah Kecil, Dampak Besar

Kesehatan jantung tidak hanya bergantung pada olahraga dan diet, tetapi juga pada kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten setiap hari.

Dengan mengurangi waktu duduk tanpa jeda dan memperbanyak gerakan ringan, risiko penyakit jantung dapat ditekan secara signifikan.

“Kesehatan jantung bukan hanya tentang tindakan besar, tapi tentang tindakan kecil yang dilakukan dengan konsisten,” tutup Dr. Shah. (*/rnc)