So’E, RakyatNTT.ID Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten TTS, Yerim Yos Fallo mendesak oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang terlibat penipuan dan penyalahgunaan bantuan beras pangan nasional di Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) segera dipecat.

Kepada sejumlah awak media Jumat (24/10/2025), Yerim Yos Fallo mendesak Pemerintah Daerah TTS untuk memecat oknum TKSK tersebut lantaran telah merugikan masyarakat.

“Pendamping TKSK itu gajinya dibayar oleh negara. Dia diberikan tugas oleh negara untuk menjalankan tugas negara untuk mendampingi masyarakat agar mendapatkan bantuan dari negara itu tidak bermasalah. Namun, pertanyaan sekarang adalah kenapa dia yang melakukan hal itu?” kata Yerim.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah tidak menganggap ini persoalan sepele. Tidak bisa diselesaikan dengan cara berdamai. Pelaku harus disanksi tegas.

Yerim dengan tegas mengatakan, para pelaku yang terlibat dalam kasus penipuan dan penyalahgunaan bantuan beras pangan nasional yang terjadi harus dipecat dan atau diberhentikan sebagai TKSK.

“Sekali lagi yang bersangkutan harus dipecat dan diberhentikan sebagai TKSK dan proses hukum, karena dia lakukan dengan sadar. Dia dibayar oleh negara untuk membantu masyarakat, tapi dia sendiri yang menyelewengkan itu, harus diproses hukum. Jelas itu tidak bisa ditoleransi,” tegas Yerim.

Menurutnya, penanganan kasus ini mesti dilakukan secara transparan dan berkeadilan tanpa pandang bulu agar keadilan benar-benar ditegakkan dan masyarakat dapat percaya pada lembaga penegak hukum.

Untuk diketahui, Sebelumya viral pemberitaan terkait dugaan penipuan dan penyalahgunaan bantuan pangan nasional di Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kkasus tersebut diduga melibatkan dua orang TKSK berinisial RB dan YB bersama Sekdes Salbait, Kaur Desa Salbait, dan Dusun Desa Salbait dengan memberikan karung berisi pasir, jerigen kosong dan wadah ludah sirih pinang kepada sejumlah warga sebagai pengganti beras bantuan pangan nasional di Desa Salbait kemudian didokumentasikan sebagai laporan.

Mirisnya lagi, sebanyak 24 karung beras untuk warga pun diduga hilang di dalam kantor desa tersebut.

Kasus ini memantik beragam pertanyaan dan tanggapan publik terkait tindakan tak manusiawi itu dan hilangnya 24 karung beras bantuan pangan nasional yang sampai saat ini masih misteri. Kasus ini secara resmi telah dilaporkan oleh para korban didampingi oleh Ketua Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) ke Mapolres TTS. (rnc26)