Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Investor memfokuskan perhatian pada arahan kebijakan selanjutnya. Bila Powell menandakan jeda pemangkasan atau menyoroti risiko inflasi, hal itu bisa mendorong penguatan dolar AS,” ujar Ibrahim, Rabu (29/10/2025).
Faktor Geopolitik: Sanksi AS-Rusia dan Pemulihan Hubungan AS-China
Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia, menargetkan perusahaan energi besar seperti Lukoil dan Rosneft terkait konflik di Ukraina.
Sementara hubungan dagang AS–China menunjukkan perbaikan setelah kedua negara mencapai kesepakatan kerangka kerja tarif dan kontrol ekspor logam tanah jarang. Langkah ini meningkatkan harapan meredanya ketegangan global.
Trump juga mengumumkan pemangkasan tarif 20% atas impor bahan kimia prekursor fentanil dari Tiongkok, menjelang pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan pada Kamis (31/10/2025).
Fundamental Domestik Tetap Kuat
Dari dalam negeri, lembaga pemeringkat asal Jepang, Rating and Investment Information, Inc. (R&I), mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB+ dengan outlook stabil per 24 Oktober 2025.
R&I menilai inflasi Indonesia tetap stabil, rasio utang pemerintah terkendali, dan kebijakan fiskal serta moneter masih prudent.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

