Situasi tersebut menciptakan ketidakpastian pasar, namun secara paradoks justru mendorong penguatan dolar AS, karena investor global masih menilai greenback sebagai aset paling aman di tengah gejolak politik dan fiskal Washington.

Faktor Domestik: Pasar Tunggu Rilis Cadangan Devisa

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) pada Selasa (7/10/2025).

Pada periode Agustus 2025, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$150,7 miliar, turun dari US$152,0 miliar pada Juli 2025.

Iklan

Penurunan tersebut disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi BI di pasar valas dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menjaga stabilitas rupiah hari ini di tengah tekanan dolar AS.

Prospek Rupiah Hari Ini

Dengan penguatan dolar AS dan belum berakhirnya shutdown pemerintahan AS, rupiah berpotensi bergerak terbatas pada kisaran Rp16.500–Rp16.580 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Sentimen dari rilis cadangan devisa BI dan arah kebijakan The Fed juga akan turut memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. (*/rnc)