Kupang, RakyatNTT.ID Proses pembangunan jalan Taebenu di Kota Kupang masih terus berjalan dengan sejumlah tantangan teknis di lapangan. Kondisi tanah yang mengalami pergeseran menjadi faktor utama yang harus diatasi dengan konstruksi yang lebih efektif agar proyek dapat diselesaikan sesuai target.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Maxi Dethan, melalui PPK, Jeck Pu’u, menyampaikan bahwa hingga awal Oktober 2025, progres fisik proyek telah mencapai 58 persen.

Target Selesai Awal Desember 2025

Dalam wawancara RakyatNTT.ID pada Kamis (9/10/2025), Jeck menjelaskan bahwa dari hasil kajian teknis dan kebutuhan lapangan, proyek ini dipastikan memerlukan penambahan waktu pekerjaan hingga awal Desember 2025.

Iklan

“Yang pasti bahwa kita harus adendum karena ada volume yang perlu ditambahkan, yaitu volume beton, tanah, dan aspal. Dengan adendum ini, kami pastikan seluruh proses pekerjaan bisa selesai di awal Desember,” jelas Jeck.

Menurutnya, penambahan volume kerja tidak mempengaruhi total anggaran proyek sebesar Rp13,2 miliar yang telah dialokasikan untuk pembangunan tersebut. “Dengan penambahan volume ini, tidak ada efek terhadap anggaran. Tidak ada penambahan atau pengurangan biaya,” tegasnya.

Kendala Teknis dan Pengujian Tanah

Lebih lanjut, Jeck mengungkapkan bahwa tantangan utama sejak awal proyek adalah pengujian kondisi tanah yang memerlukan waktu tambahan melalui uji laboratorium (uji lab tanah).