Kapal tersebut diduga digunakan untuk membawa para imigran menuju Australia dengan rute perjalanan Baubau – Batu Atas – Larantuka – Rote – Australia selama lima hari pelayaran.

Namun, ketika memasuki perairan Australia pada Selasa (21/10/2025), para imigran dan ABK ditangkap oleh petugas Australian Federal Police (AFP). Mereka kemudian dipindahkan ke kapal milik AFP untuk diinterogasi, sementara kapal RIVAL dibakar oleh otoritas Australian Border Force (ABF).

Lima hari kemudian, pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 07.30 Wita, para ABK dan WNA tersebut dipindahkan ke kapal putih tanpa nama dan diarahkan kembali menuju perairan Indonesia hingga akhirnya diamankan di Rote Ndao.

Identitas ABK dan Imigran China

Dari hasil penelusuran, ketiga ABK yang diamankan diketahui bernama:

  1. Aco (Kapten), warga Desa Pasipadanga, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.
  2. Jusman, warga Desa Pasipadanga, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.
  3. Indra, warga Desa Pasipadanga, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.

Sementara tujuh imigran gelap asal China tersebut adalah Lin Wen Song, Chen Xiao Bin, Lin Sheng Jin, Zheng Juandi, Hongchang Xing, Zheng Zu Yun, dan Song Yu — semuanya berjenis kelamin laki-laki.