Kupang, RakyatNTT.ID – Dalam rangka mendukung persiapan pembukaan Pasar Alak di Kelurahan Penkase Oeleta, Perumda Pasar Kota Kupang menggelar sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama Bank BRI dan BPJS Ketenagakerjaan, Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh 89 calon pedagang yang akan menempati lapak di Pasar Alak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Pemasaran Perumda Pasar, Maksi Nomleni, Kepala Cabang BRI Tenau, Reynald Valentino Laning, serta Account Representative BPJS Ketenagakerjaan NTT, Maryo Paulus Dedi.

Iklan

Persiapan Pembukaan Pasar Alak: Fasilitas Siap, Pedagang Dibekali Akses Modal

Direktur Pemasaran Perumda Pasar, Maksi Nomleni, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari persiapan operasional Pasar Alak sekaligus bentuk dukungan terhadap para calon pedagang agar siap berjualan dengan modal dan perlindungan yang memadai.

“Di sini hadir pihak BPJS Ketenagakerjaan dan BRI untuk menjelaskan tentang pinjaman modal usaha melalui KUR bagi pedagang,” ujar Maksi.

Ia menambahkan bahwa Perumda Pasar memiliki tanggung jawab membantu pedagang mengelola usaha secara berkelanjutan. Diharapkan, kerja sama dengan BRI dan BPJS Ketenagakerjaan dapat memberi kepastian modal serta perlindungan ketenagakerjaan bagi para pedagang.

Maksi juga menjelaskan, fasilitas Pasar Alak sudah lengkap, mulai dari bangunan kios, lapak swadaya, air bersih, hingga toilet umum. Saat ini, penyelesaian tahap akhir pekerjaan fisik tengah dilakukan, dan Pasar Alak dijadwalkan beroperasi pada akhir Oktober hingga awal November 2025.

“Semoga di akhir Oktober Pasar Alak sudah bisa dilaunching dan beroperasi penuh,” tambahnya optimistis.

BRI Sediakan KUR untuk Dukung Modal Usaha Pedagang

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang BRI Tenau, Reynald Valentino Laning, memberikan penjelasan terkait kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon pedagang.

Menurutnya, BRI menyediakan pembiayaan modal hingga dua kali kredit, dengan syarat pelaku usaha sudah memiliki bisnis aktif minimal enam bulan.

“KUR diberikan bagi pelaku usaha yang sudah berjalan, agar kami dari pihak bank bisa menghitung kemampuan pendapatan dan kelayakan kredit,” jelas Reynald.

Ia juga menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam membayar cicilan.
“Kalau sudah ada tunggakan satu bulan, sistem kami otomatis menandai dengan lampu kuning. Jadi KUR harus benar-benar dijaga agar bisa berkelanjutan,” pesannya.

BPJS Ketenagakerjaan Tawarkan Perlindungan bagi Pedagang

Sementara itu, Maryo Paulus Dedi, perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan NTT, memaparkan manfaat perlindungan sosial bagi para pedagang pasar yang ingin menjadi peserta.

Ada tiga jaminan utama yang ditawarkan:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  • Jaminan Kematian (JKM)
  • Jaminan Hari Tua (JHT)

“Ketiga jaminan ini bisa diklaim kapan pun jika pedagang menjadi peserta aktif. Bahkan tersedia program beasiswa untuk anak peserta, bila terjadi risiko kerja atau musibah,” ungkap Maryo.

Ia juga membagikan brosur resmi BPJS Ketenagakerjaan agar para pedagang memahami hak dan manfaat perlindungan sosial secara menyeluruh. (*/rnc)