“Bantuan ini lahir dari aspirasi masyarakat yang kami tampung saat reses. Banyak petani mengeluhkan kurangnya alsintan, bibit, dan obat-obatan. Kami berupaya menjembatani agar pemerintah bisa menindaklanjuti sesuai kemampuan anggaran,” ujar Yoksan.

Ia juga menambahkan bahwa permintaan masyarakat mencapai ratusan unit traktor, namun tidak semua dapat dipenuhi tahun ini karena keterbatasan APBD II.

“Kami berharap alat yang sudah diberikan benar-benar digunakan secara maksimal. Kalau lahan sudah diolah tapi hasilnya tidak meningkat, akan sulit memperjuangkan bantuan serupa ke depan,” jelasnya.

Iklan

Jenis Bantuan Alsintan yang Disalurkan

Bantuan alsintan yang diserahkan meliputi:

  • 1 unit traktor roda empat (sumber: APBD II Pokir DPRD)
  • 26 unit traktor roda dua, terdiri atas 11 unit dari APBN dan 15 unit dari APBD II Pokir DPRD
  • 27 unit kultivator (sumber: APBD II Pokir DPRD)
    Total keseluruhan: 64 unit alsintan.

Fokus pada Efisiensi dan Pendampingan Petani

Bupati Eduard juga meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan untuk terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada kelompok penerima.

Pendampingan ini bertujuan memastikan penggunaan alsintan yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.