Jakarta, RakyatNTT.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hari ini kembali menunjukkan penguatan di awal pekan.

Mengutip data Bloomberg, Senin (27/10/2025) pagi, dolar AS berada di level Rp 16.609, menguat 7 poin atau 0,04% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Penguatan ini menandakan lanjutnya tren pelemahan rupiah yang sudah terlihat sejak pekan lalu, seiring dengan sentimen global dan kebijakan moneter The Fed yang masih agresif.

Iklan

Pergerakan Dolar AS terhadap Mata Uang Dunia

Menurut data pasar valas internasional, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia cenderung bervariasi namun stagnan.

Beberapa pasangan mata uang mencatat perubahan kecil, menunjukkan pasar global masih berhati-hati menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat.

Dolar AS terhadap Dolar Kanada: Stagnan

  • Dolar AS terhadap Franc Swiss (CHF): Stagnan
  • Dolar AS terhadap Dolar Hong Kong: Stagnan
  • Dolar AS terhadap Yen Jepang: Menguat 0,09%
  • Dolar AS terhadap Won Korea: Melemah 7,45%

Kondisi ini menandakan bahwa meski dolar masih dominan, tekanan eksternal dari Asia Timur seperti penguatan won Korea turut menahan laju apresiasi mata uang AS secara global.

Faktor Pendorong Penguatan Dolar AS

Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pagi ini didorong oleh beberapa faktor utama:

  • Ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang masih ketat.
  • Peningkatan permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
  • Minimnya sentimen positif domestik yang dapat menopang nilai tukar rupiah.

Analis pasar menilai, selama sentimen global belum stabil, rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp 16.550 – Rp 16.700 per dolar AS dalam jangka pendek.

Proyeksi Kurs Rupiah ke Depan

Ekonom memperkirakan rupiah berpeluang menguat terbatas apabila tekanan dari dolar AS mulai mereda, terutama jika data inflasi dan tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan.