Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pendekatan kedua: Menggunakan data KSEI dengan asumsi bahwa saham Script dan kepemilikan korporasi termasuk non-free float.
Selain itu, MSCI akan mengubah cara pembulatan nilai free float:
- High float (>25%) dibulatkan ke kelipatan 2,5%
- Low float (5–25%) dibulatkan ke 0,5%
- Very low float (<5%) juga ke 0,5%
Dampak bagi Pasar Saham Indonesia
Aturan baru ini dikhawatirkan akan menurunkan porsi saham Indonesia dalam indeks MSCI karena banyak perusahaan lokal dimiliki oleh kelompok besar dan bukan publik.
Konsekuensinya, potensi capital outflow atau arus keluar dana asing bisa meningkat.
Beberapa saham yang dinilai paling berisiko dikeluarkan dari indeks MSCI meliputi:
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
MSCI dan FTSE: Dua Lembaga Dunia Paling Berpengaruh
Dalam dunia investasi global, MSCI dan FTSE (Financial Times Stock Exchange) dikenal sebagai dua lembaga paling berpengaruh dalam menentukan arah aliran dana investor global.
Indeks seperti MSCI Emerging Markets, MSCI Asia ex-Japan, dan MSCI Indonesia menjadi acuan utama fund manager internasional dalam menempatkan portofolionya.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

