Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya peran asuransi sebagai instrumen mitigasi risiko ekonomi sekaligus jaminan keberlanjutan usaha bagi pelaku UMKM di Indonesia.
Menurut Maman, ketidakpastian ekonomi global dan perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas bisnis pelaku UMKM, terutama sektor mikro yang paling rentan.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman perubahan iklim, asuransi menjadi instrumen penting dalam mitigasi risiko dan penopang keberlanjutan usaha,” ujar Maman, dikutip Minggu (19/10/2025).
UMKM Paling Rentan terhadap Guncangan Ekonomi dan Bencana
Berdasarkan data Asian Development Bank (ADB) 2024, sektor UMKM, terutama usaha mikro, menjadi kelompok yang paling terdampak oleh krisis ekonomi dan bencana alam.
Sebanyak 40% UMKM tidak mampu bangkit setelah terdampak bencana, sementara 25% membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk pulih.
Namun, hanya 2,96% pelaku UMKM di Indonesia yang memiliki asuransi kebencanaan, dan 53% belum melakukan persiapan apa pun menghadapi potensi risiko bencana.
“Asuransi hadir bukan sekadar proteksi, tetapi juga penopang semangat untuk bangkit dan melanjutkan usaha,” tegas Maman.
Rendahnya Literasi Asuransi jadi Tantangan Besar
Maman menyoroti rendahnya literasi dan inklusi asuransi di Indonesia yang masih menjadi hambatan utama dalam memperkuat ketahanan pelaku usaha kecil.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

