Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Kabupaten Sabu Raijua (NTT) berhasil mencatat prestasi baik di quarter kedua tahun 2025 dengan mencatat pertumbuhan ekonomi 6,94 persen.
Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) ini membawa Sabu Raijua masuk tiga besar, tepatnya peringkat kedua, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kawasan Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) Q2 tahun 2025. Peringkat pertama diduduki Kabupaten Manggarai Barat (NTT) dengan catatan 8,02 persen dan Kabupaten Badung (Bali) di posisi ketiga dengan angka 6,94 persen.
Sementara itu, Kota Kupang yang menjadi barometer perekonomian NTT berada di posisi ke-10 dengan angka pertumbuhan 5,89 persen. Sebanyak 7 kabupaten/kota dari NTT berhasil masuk 10 besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi Q2 2025 di wilayah Bali Nusra.
Ketujuh kabupaten/kota itu, yakni Manggarai Barat (8,02%), Sabu Raijua (6,94%), Sumba Barat (6,67%), Nagekeo (6,12%), Sumba Tengah (6,00%), Ende (5,93%) dan Kota Kupang (5,89%). Tiga daerah lainnya yang masuk 10 besar berasal dari Provinsi Bali, yakni Kabupaten Badung (6,94%), Kota Denpasar (6,09%) dan Kabupaten Gianyar (6,04%).
BPS juga mencatat 10 kabupaten/kota di Bali Nusra yang memiliki kontribusi ekonomi tertinggi pada Q2 2025. Dari 10 daerah tersebut, dari NTT hanya Kota Kupang yang masuk kategori tersebut. Kota Kupang berada di peringkat keenam dengan kontribusi 4,96 persen.
Sedangkan peringkat pertama atau kontribusi terbesar adalah Kabupaten Badung (Bali) dengan total 12,32 persen dan Kota Denpasar di urutan kedua dengan 10,73 persen.
Selanjutnya, BPS mencatat 10 daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah di wilayah Bali Nusra pada Q2 2025. Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi satu-satunya daerah dari NTT yang masuk kategori ini dengan menempati posisi ke-9. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten SBD tercatat hanya 3,95 persen.
Daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah di wilayah Bali Nusra pada Q2 2025 adalah Kabupaten Sumbawa Barat (NTB) dengan -18,38%. Disusul Kabupaten Sumbawa (2,39%), Kota Bima (2,44%), Lombok Tengah (3,13%), Dompu (3,17%), Kabupaten Bima (3,42%), Lombok Barat (3,46%), Lombok Timur (3,87%), Sumba Barat Daya (3,95%) dan Lombok Utara (4,01%).
Menariknya, walaupun Kabupaten Sumbawa Barat menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah, namun menempati posisi kelima daerah dengan kontribusi ekonomi tertinggi di wilayah Bali Nusra pada Q2 2025 dengan total 5,11 persen.
Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dua daerah di NTT yakni Kabupaten Manggarai Barat dan Sabu Raijua mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Bali Nusra pada Q2 2025.
Pertumbuhan ini dianalisis dari dua sisi: pengeluaran dan lapangan usaha, yang sama-sama menunjukkan tren positif didorong oleh aktivitas pariwisata, perdagangan, dan konsumsi domestik.
Dari sisi pengeluaran, Kabupaten Manggarai Barat, pertumbuhan ekonominya terdorong oleh konsumsi rumah tangga (PKRT) dan lembaga nirlaba (PKLNP) akibat perayaan keagamaan.
Selain itu, ekspor luar negeri meningkat karena tingginya kunjungan wisatawan dan ekspor ikan serta udang. Termasuk belanja pemerintah (PKP) naik berkat pencairan bansos, gaji, dan belanja modal.
Untuk Kabupaten Sabu Raijua, peningkatan pertumbuhan ekonomi karena dorongan dari perayaan keagamaan besar sepanjang tahun dan peningkatan belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta realisasi retribusi daerah.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat didorong oleh peningkatan luas panen palawija, serta aktivitas akomodasi dan makanan-minuman yang melonjak berkat kenaikan jumlah wisatawan.
Sedangkan Kabupaten Sabu Raijua didorong oleh kenaikan signifikan pada produksi padi dan perdagangan akibat kondisi cuaca baik serta perayaan keagamaan. (*/rnc)
