Bank Indonesia masih kuat melakukan intervensi di pasar internasional. Bisa jadi dana hasil penjualan emas juga dipakai untuk membantu pemerintah dalam lelang obligasi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dari Bank Indonesia terkait kabar penjualan emas ini.

“Media harus bertanya langsung ke BI tentang kebenaran penjualan logam mulia sebesar 11 ton yang dilakukan secara diam-diam,” tegasnya.

Iklan

Data Resmi Belum Tersedia

Berdasarkan data publik World Gold Council per September 2024, cadangan emas Bank Indonesia tercatat sebesar 78,6 ton.

Sementara itu, transaksi jual emas terakhir yang tercatat secara resmi dilakukan pada Juni 2018 sebesar 2,1 ton.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi baik dari Bank Indonesia maupun IMF terkait kabar penjualan 11 ton emas batangan tersebut. (*/rnc)