Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tujuannya, kata Prof. Apris, membantu kegiatan FKM yang tidak dibiayai DIPA Fakultas Kesehatan Masyarakat. “Kehadiran IKOMA memang betul- betul sangat membantu FKM dalam kegiatan Tridharma. Banyak mahasiswa yang mendapatkan bantuan beasiswa, sarana prasarana bahkan dalam kegiatan mereka. Jadi, IKOMA sudah ada sejak kepemimpinan pertama Bapak Dr. Janje Manafe, MS, Dekan Pertama satu periode. Kemudian, Bapak Dr. Ir Gustaf Oematan, M.Si, menjabat dua periode. Lalu Ibu Dra. Enggelina Nabuasa, MS, satu periode. Dan saya, Prof. Dr. Ir. Apris Adu, S.Pt., M.Kes, sampai sekarang. IKOMA berjalan terus sampai tahun 2022. Namun, pada tanggal 4 Juni tahun 2022, berdasarkan kesepakatan orang tua mahasiswa, maka IKOMA FKM dibubarkan. Sejak itu, sudah tidak ada lagi IKOMA di FKM,” tandas Prof. Apris.
Tentang uang IKOMA, lanjutnya, FKM tidak pernah memungut uang dari mahasiswa, apalagi mewajibkan. IKOMA memiliki pengurus sendiri di luar struktur FKM, IKOMA punya rekening sendiri, dan “Pengelolaan uang IKOMA sepenuhnya di lakukan oleh pengurus IKOMA. Dan, jika ada bantuan ke FKM, langsung dibelanjakan oleh pengurus IKOMA sesuai permintaan. FKM menerima barang, bukan dalam bentuk uang. Bisa dikonfirmasi pada ketua dan bendahara IKOMA, yakni Bapak I. Nyoman Surya Wiryawan, SH, dan Ibu Elly Moy,” ujar Prof. Apris.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

