Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (8 Oktober 2025) dengan koreksi tipis 0,04 persen ke level 8.166,03.

Meski sempat mencetak rekor baru di awal sesi, aksi jual di saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) menyeret indeks turun hingga sempat menyentuh posisi 8.044.

Pergerakan Saham dan Transaksi

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sebanyak 307 saham menguat, 425 saham melemah, dan 224 stagnan. Nilai transaksi harian mencapai Rp29,45 triliun dengan volume 39,08 miliar lembar saham.

Iklan

Sementara itu, pergerakan indeks sektoral terpantau variatif. Indeks LQ45, IDX30, dan MNC36 kompak turun, sedangkan JII, IDXBUMN20, dan IDXMESBUMN mencatat pertumbuhan positif.

Tiga Sektor Tekan IHSG

Tiga sektor yang menjadi pemberat utama indeks adalah keuangan, infrastruktur, dan kesehatan. Namun demikian, sebagian besar sektor lainnya masih bergerak positif, mencerminkan adanya rotasi sektor oleh investor.

Top Gainers dan Top Losers

Saham-saham yang memimpin daftar top gainers indeks LQ45 di antaranya:

  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 24,89% ke Rp1.380
  • PT Adaro Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 12,12% ke Rp1.850
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (ADRO) melonjak 11,00% ke Rp8.325

Sementara itu, saham-saham yang masuk daftar top losers antara lain:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,64% ke Rp7.375
  2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melemah 1,67% ke Rp1.180
  3. PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 1,66% ke Rp25.175

Konteks Ekonomi dan Sentimen Pasar

Koreksi tipis IHSG kali ini terjadi di tengah sentimen politik yang berkembang, setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 11 pejabat baru, termasuk sejumlah menteri, wakil menteri, kepala badan, dan staf kepresidenan.

Pelaku pasar menilai dinamika politik ini menjadi faktor penahan optimisme jangka pendek, meski fundamental ekonomi masih terjaga. (*/rnc)