Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mempercepat transformasi digital sektor keuangan daerah. Pemerintah daerah terus menjalankan program operasi pasar murah, inspeksi pasar, serta kerja sama lintas kabupaten berlandaskan empat pilar pengendalian inflasi: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Lebih lanjut, Bupati Yohanis Dade menyampaikan komitmen memperluas elektronifikasi transaksi daerah bersama Bank NTT. Upaya ini telah mengantarkan Kabupaten Sumba Barat meraih indeks ETPD sebesar 86,6 persen dan predikat sebagai Kabupaten Digital.
“Saya mengajak para pimpinan daerah se-Daratan Sumba untuk terus berkolaborasi, bersinergi, dan saling memberikan masukan konstruktif. Kemajuan daerah bergantung pada komitmen para pemimpinnya,” ujar Bupati Yohanis Dade.
Sesi arahan kepala daerah se-Daratan Sumba menghadirkan strategi pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi.
- Bupati Sumba Barat Daya menyoroti digitalisasi retribusi pasar dan PBB online, serta penguatan koordinasi TPID untuk menekan inflasi pangan.
- Bupati Sumba Timur menekankan pentingnya kolaborasi lintas kabupaten untuk menjaga daya beli masyarakat.
- Wakil Bupati Sumba Tengah menguraikan strategi stabilisasi harga melalui operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, dan digitalisasi pajak desa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyampaikan bahwa inflasi di Pulau Sumba masih terkendali di bawah rata-rata nasional. Namun, isu pasokan pangan dan ketahanan pertanian tetap menjadi perhatian karena ketergantungan pada curah hujan dan keterbatasan irigasi.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

