“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki agar mewaspadai potensi lahar hujan pada sungai-sungai berhulu di puncak gunung,” ujar Xaverius.

Selain itu, warga yang terdampak hujan abu diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

“Masyarakat diimbau menggunakan masker atau kain penutup agar terhindar dari bahaya abu vulkanik,” tambahnya.

Gunung Lewotobi Laki-laki terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan koordinat geografis Latitude -8.5389° LU dan Longitude 122.7682° BT.

Gunung ini memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan salah satu dari dua puncak kembar di kompleks Gunung Lewotobi, bersama Gunung Lewotobi Perempuan.

Gunung ini dikenal aktif secara periodik, dan letusan besar terakhirnya tercatat pada awal tahun 2024. PVMBG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.

Imbauan Keselamatan untuk Warga Sekitar

Masyarakat yang tinggal di lereng gunung dan sekitarnya diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti seluruh arahan dari pos pengamatan gunung api dan BPBD setempat.

Warga juga disarankan untuk menyiapkan masker, senter, air bersih, dan tas darurat jika terjadi peningkatan aktivitas atau perintah evakuasi.