Ende, RakyatNTT.ID – Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, SH., MH didampingi Wakil Bupati Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes didampingi Askab PSSI Ende dan panitia ETMC XXXIV 2025 resmi melaunching maskot, logo dan theme song ETMC XXXIV 2025, Senin (6/10/2025) di Ende.

Maskot ETMC 2025 yang diberi nama Jata Bara itu terinspirasi dari burung elang Flores yang sangat ikonik namun sudah mulai langka. Maskot Jata Bara ini diciptakan dengan apik oleh David Ndate Du’a yang menjadi pemenang sayembara.

Jata Bara mengenakan mahkota khas Ende yang dikenal dengan sebutan Lesu yang biasa dikenakan para Mosalaki (petinggi adat). Jata Bara juga mengenakan selendang dengan motif khas Ende Lio yang biasa dipakai pada acara-acara kebesaran.

Iklan

Penampilan Jata Bara makin ikonik dengan mengenakan Ragi atau sarung khas Ende yang biasa dipakai saat ritual adat. Makna dari maskot Elang Flores Jata Bara adalah symbol keperkasaan dan kekuatan yang dibalut dengan harmoninya titipan dalam balutan busana yang terus dilestarikan.

Tak hanya maskot, Bupati Ende juga meluncurkan logo dan theme song ETMC XXXIV. Sayembara logo ETMC XXXIV dimenangkan oleh Sevty Alystyfan Ikhromy. Kemudian theme song ETMC XXXIV dimenangkan oleh Thomas Yulio Conrado.

Launching Maskot dan logo ETMC XXXIV Tahun 2025 di Ende, Senin (6/10/2025). (Foto: Ist)

Apresiasi Bupati Ende

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras mempersiapkan ajang bergengsi tersebut.

“Dengan diluncurkannya Logo, Maskot, dan Theme Song ETMC ke-34, kita semakin menegaskan komitmen bahwa Ende siap menjadi tuan rumah yang baik dan bersahaja,” ujarnya.

Bupati Yosef juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta lomba Logo, Maskot, dan Theme Song ETMC yang telah menyalurkan kreativitas dan ide-ide luar biasa.

Menurutnya, karya-karya tersebut bukan hanya simbol kompetisi, tetapi juga cerminan nilai budaya dan semangat masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Banyaknya peserta yang mengikuti lomba menjadi bukti nyata dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan ETMC ke-34 di Ende,” katanya.

Keterlibatan Masyarakat Jadi Kunci Kesuksesan

Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi motivasi besar bagi pemerintah untuk terus memberikan yang terbaik dalam mempersiapkan ajang ini.
Bupati menegaskan bahwa pelaksanaan ETMC harus menjadi barometer kesuksesan daerah lain di NTT dalam menggelar event serupa.

“Mari bersama-sama mempersiapkan diri agar pelaksanaan ETMC berjalan sukses. Koordinasi antar seksi dan panitia harus terus dilakukan secara intensif,” pesan Yosef.

Ia juga meminta agar setelah peluncuran ini, panitia gencar menginformasikan kegiatan ETMC kepada masyarakat luas dan menggandeng media untuk membantu promosi.

Harapan untuk Pelaksanaan ETMC di Ende

Bupati Yosef berharap seluruh masyarakat Kabupaten Ende dapat memberikan dukungan penuh untuk menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif selama pelaksanaan turnamen.

“Sebagai Kota Pancasila, kita harus menjadi tuan rumah yang baik, bersahaja, dan penuh semangat persaudaraan bagi semua tim peserta,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga keindahan kota dan menjadi tuan rumah yang membanggakan bagi seluruh peserta dari berbagai daerah di NTT. Perhelatan ETMC XXXIV tahun 2025 dijadwalkan dimulai pada 9 November 2025 mendatang. Stadion Marilonga akan menjadi venue ETMC XXXIV. (rnc16)