Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap langkah inovatif Perumda Pasar Kota Kupang dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Inovasi tersebut diwujudkan melalui program penyediaan modal usaha dan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pedagang di Pasar Tradisional Penkase Oeleta.
Inovasi Perumda Pasar sebagai Langkah Strategis
Anggota DPRD Kota Kupang, Barche Bastian, menyatakan bahwa program yang diinisiasi oleh Perumda Pasar merupakan langkah penting dalam menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di pasar baru sekaligus memutus rantai ketergantungan pedagang kecil terhadap rentenir harian.
“Kami sangat mendukung upaya Perumda Pasar Kota Kupang yang telah menggandeng pihak perbankan untuk memfasilitasi pedagang dengan program pinjaman dan KUR sebagai modal usaha,” ujar legislator PDI Perjuangan dari Dapil Alak itu, Senin (20/10/2025).
Barche menambahkan, program tersebut memiliki dampak ganda. Pertama, meningkatkan semangat pedagang untuk segera beroperasi di pasar baru. Kedua, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pasar yang sudah lama tersedia namun belum berfungsi maksimal.
Ia juga menilai akses modal yang terjangkau merupakan faktor kunci keberlanjutan usaha para pedagang kecil.
Perlindungan Pedagang melalui BPJS Ketenagakerjaan
Selain program modal usaha, Perumda Pasar Kota Kupang juga menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan sosial bagi para pedagang.
“Dengan adanya perlindungan ini, jika terjadi persoalan atau musibah saat berdagang, para pedagang bisa memperoleh asuransi yang sangat membantu meringankan beban mereka,” tutur Barche.
Dukungan Legislator NasDem dan Harapan Perbaikan Infrastruktur
Dukungan serupa disampaikan oleh Esy Bire, anggota DPRD dari Fraksi NasDem sekaligus perwakilan Dapil Alak. Ia mengakui bahwa meskipun bangunan pasar telah lama tersedia, banyak pedagang terkendala modal untuk memulai usaha.
“Dengan adanya inovasi Perumda Pasar melalui dana KUR, pedagang jadi punya akses modal yang ringan dan tidak memberatkan. Ini tentu sangat membantu mereka agar bisa berkembang,” jelasnya.
Esy juga menyoroti perbedaan signifikan antara sistem KUR dan koperasi harian yang kerap membebani pedagang kecil karena kewajiban setoran setiap hari.
“KUR jauh lebih manusiawi dan fleksibel dibanding sistem harian yang sering menyulitkan pedagang,” tambahnya. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

