Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., menghadiri sekaligus meresmikan penyaluran simbolis program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Tirai Kasih” oleh PT PLN (Persero). Kegiatan berlangsung di Desa Lederaga, Kecamatan Hawu Mehara, Jumat (17/10/2025).
Melalui program ini, sebanyak 100 keluarga pra-sejahtera di Sabu Raijua mendapatkan sambungan listrik gratis sebagai bentuk nyata kepedulian PLN terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program “Tirai Kasih” menjadi bukti komitmen PLN dalam memperluas akses listrik bagi warga yang belum terjangkau jaringan kelistrikan, dengan harapan mampu mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Sinergi untuk Ketersediaan Listrik yang Lebih Baik
Dalam laporannya, Manager ULP PLN Sabu Raijua, Yufenalis Irovanto Malar, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-80 PLN. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah Sabu Raijua yang telah menjadi mitra strategis dalam pengembangan kelistrikan di daerah.
“Sinergi ini telah menghasilkan kemajuan nyata, salah satunya dengan dihibahkannya tanah di Desa Eilode untuk pembangunan Pembangkit Listrik Hybrid. Pembangunan sedang berjalan dan ditargetkan beroperasi pada Desember 2025,” jelas Yufenalis.
Ia menambahkan, keberadaan pembangkit baru tersebut diharapkan mampu mengatasi masalah pemadaman listrik, baik yang terjadwal maupun mendadak. Yufenalis juga memohon dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar, sembari meminta maaf atas keterbatasan daya listrik yang masih terjadi.
Komitmen Bupati Krisman untuk Wujudkan “Sabu Terang”
Dalam sambutannya, Bupati Krisman menyambut baik langkah PLN melalui program TJSL ini. Ia menegaskan bahwa inisiatif “Tirai Kasih” sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan “Sabu Terang”, yaitu daerah dengan akses listrik merata di seluruh wilayah.
“Rasio elektrifikasi kita baru 61%, artinya masih ada 39% rumah tangga belum menikmati listrik. Program ini adalah bagian penting dari perjuangan kita untuk mewujudkan Sabu Terang,” ujar Krisman.
Bupati juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan hibah untuk Pembangkit Listrik Hybrid di Eilode sebagai bentuk dukungan konkret kepada PLN.
“Kolaborasi seperti ini — di mana Pemda menyiapkan lahan dan PLN membangun — adalah kunci untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Krisman mengungkapkan keberhasilannya mengamankan 3.000 sambungan listrik baru untuk masyarakat Sabu Raijua melalui advokasinya ke Kementerian ESDM di Jakarta.
Hadapi Tantangan Anggaran, Krisman Dorong Efisiensi dan Gotong Royong
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Krisman juga menyinggung tantangan ke depan, terutama terkait pemotongan Dana Transfer Pusat sebesar Rp 141 miliar pada tahun 2026.
“Ini tantangan bagi kita semua. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan,” tegasnya.
Ia menegaskan Pemda akan melakukan efisiensi internal, termasuk pengurangan perjalanan dinas dan belanja modal, untuk menjaga stabilitas fiskal daerah.
“Mari kita saling bantu dan jaga. Pembangunan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Kehadiran Tokoh dan Masyarakat
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Plt. Camat Hawu Mehara, Kapolsek Hawu Mehara, Kepala Desa Lederaga beserta perangkat desa, serta masyarakat penerima manfaat yang menyambut antusias program PLN ini.
Warga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah dan PLN atas perhatian nyata dalam membuka akses listrik bagi keluarga pra-sejahtera. (*/pkp/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

