Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID — Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk selalu siap melakukan intervensi di pasar uang demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Berdasarkan data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Rabu (1/10/2025), rupiah menguat 0,36% ke level Rp16.600 per dolar AS, melanjutkan tren positif selama empat hari beruntun. Sebelumnya, rupiah sempat melemah di kisaran Rp16.700 per dolar AS.
“BI akan terus melakukan intervensi, baik di pasar domestik maupun offshore, untuk memastikan pergerakan rupiah tetap terkendali. Kami optimistis rupiah akan menguat secara bertahap,” kata Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, di Gedung DPR RI.
Faktor Tekanan Rupiah
Ramdan menjelaskan, pelemahan rupiah sebelumnya dipengaruhi faktor internal maupun eksternal, termasuk dinamika government shutdown di Amerika Serikat (AS).
Shutdown yang terjadi untuk pertama kalinya sejak 2018 dipicu kebuntuan antara pemerintah AS dan oposisi Demokrat dalam menyepakati pendanaan. Kondisi ini turut menekan indeks dolar AS (DXY), yang tercatat melemah empat hari beruntun.
“Tidak hanya rupiah, hampir semua mata uang global terdampak perkembangan di AS. Karena itu BI terus stand by di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” tambahnya.
Outlook Rupiah
Dengan tren penguatan empat hari berturut-turut, rupiah dinilai memiliki peluang melanjutkan apresiasi jika kondisi global membaik. Intervensi BI diperkirakan menjadi faktor penting dalam menahan volatilitas dan menjaga kepercayaan pasar. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

