“Bisnis asuransi adalah bisnis layanan yang butuh sentuhan personal. Kami tetap butuh SDM, terutama dari generasi muda, untuk membawa layanan Askrindo lebih humanis. AI tidak bisa menggantikan hal itu,” ujarnya.

Azhari menambahkan bahwa perusahaan melakukan refocusing SDM, bukan pengurangan tenaga kerja. Beberapa posisi dialihkan, misalnya dari bagian analisis menjadi bagian pemasaran dan pelayanan pelanggan untuk memperkuat sisi relasi dan komunikasi.

3. Kinerja Askrindo Surabaya Tahun 2025

Kinerja Askrindo Kanwil IV Cabang Surabaya juga mencatat hasil positif hingga kuartal ketiga 2025.

Total realisasi penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp7,39 triliun per September 2025.

Selain itu, total premi gabungan tercatat Rp139,4 miliar, sementara klaim yang dibayarkan mencapai Rp127,5 miliar.

“Klaim KUR mendominasi sekitar 90% dari total klaim, efek lanjutan dari kondisi ekonomi pascapandemi. Namun kami berhasil melakukan penagihan subrogasi sebesar Rp54,4 miliar,” jelasnya.

Dengan pemulihan tersebut, Askrindo Surabaya sukses membukukan laba bersih Rp40,1 miliar, sedikit melampaui target tahunan perusahaan sebesar Rp40 miliar untuk 2025. (*/rnc)