Menurutnya, Mendiktisaintek akan menyalurkan hak pilihnya berdasarkan pertimbangan sesuai hasil wawancara dan penelusuran rekam jejak para calon.

“Jadi tiga-tiga ini berpeluang. Kalau enam saja berpeluang, apalagi yang 24 dan 25,” kata Prof. Simon.

Oleh karena itu, Prof. Simon menegaskan memperoleh suara tertinggi dalam pemilihan senat belum jadi jaminan untuk menang. Begitu juga sebaliknya mendapatkan suara kecil belum tentu kalah. Pasalnya, suara kementerian sebesar 35 persen akan menentukan.

“Sesudah dengan menteri, di situ baru kita tahu. Kalau sementara ini, tingginya jumlah suaranya berapa itu belum jaminan. Masih gelap,” ujarnya. (rnc)