Selanjutnya, ketiganya akan menjalani tahapan wawancara dari kementerian. Tahapan ini dihandle langsung oleh Kemendiktisaintek.

“Setelah itu, dua minggu setelah wawancara, maka dilakukan pemilihan. Bisa menteri sendiri datang, ataukah perwakilan menteri, itu sangat tergantung pada waktunya menteri. Jadi tugas Senat adalah menyampaikan hasil penjaringan dan penetapan bakal calon ini,” jelas Prof. Yantus.

Terkait pemilihan putaran II, ia menjelaskan akan berlangsung pada Oktober hingga 2 minggu sebelum 6 Desember 2025. Waktu pastinya akan ditentukan oleh kementerian. “Waktu pastinya tentunya nanti Pak Prof. Simon sebagai Ketua Panitia yang akan berkomunikasi dengan kementerian,” kata Prof. Yantus.

Dalam pemilihan putaran II, senat memiliki porsi 65 persen suara sedangkan kementerian memiliki porsi 35 persen suara. Total anggota senat saat ini sebanyak 61 orang.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana Periode 2025-2029, Prof. Dr. Simon Sabon Ola mengatakan saat ini belum bisa dipastikan siapa dari ketiga calon ini yang akan terpilih. Ketiganya masih memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai rektor di putaran II nanti.

“Tiga-tiganya aman (sama-sama berpeluang). Kenapa? Karena jumlah 25, 24, 6. Itu kalau misalnya Menteri memberikan suara pada satu orang saja, maka 6 itu juga bisa menang,” kata Prof. Simon.