Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memicu polarisasi dan keterasingan relasi, keluarga kembali ditegaskan sebagai ruang utama komunikasi otentik.
Hal ini mengemuka dalam talkshow bertema “Keluarga di Era Digital” yang digelar sebagai bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) program doktor Teologi IAKN Kupang di RW 02, Boneana 2, Desa Oematnunu, Kupang Barat, Jumat (12/9/2025).
Acara menghadirkan narasumber utama Dr. Simon Kasse, M.PdK, dengan moderator Ms. Yayang Sutomo, M.Hum, dan diikuti peserta dari berbagai denominasi yang tergabung dalam Makanan Dari Tuhan (MDT) Ministry.
Tantangan Keluarga di Era Digital
Dalam pemaparannya, Dr. Simon menekankan bahwa teknologi digital membawa dampak ganda bagi kehidupan keluarga.
“Di era digital saat ini, ada pengaruh positif dan negatif bagi keluarga. Telepon genggam bisa menjadi sarana baik, tetapi juga bisa berdampak buruk, tergantung bagaimana kita menggunakannya,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan smartphone di ruang keluarga maupun publik kini menjadi isu serius yang menuntut kesadaran bersama.
Pengalaman Peserta
Ketua RW 02, Yumima Dimu Rihi, mengaku talkshow ini sangat membantu dirinya sebagai orang tua.
“Saya bisa belajar mengontrol penggunaan HP anak melalui pengaturan email yang tepat. Materi ini sangat bermanfaat,” katanya.
Sementara peserta lain, Dominggus Da Costa, menambahkan bahwa baik buruknya penggunaan gawai ditentukan oleh individu. Ia bahkan mengutip ayat Roma 12:2 sebagai refleksi pentingnya pembaruan budi dalam menghadapi arus dunia digital.
Kesimpulan Talkshow
Talkshow ini menegaskan kembali bahwa keluarga di era digital tetap menjadi unit sosial utama, meski dihadapkan pada perubahan pola komunikasi dan tantangan teknologi. Keluarga dituntut untuk membangun etika digital, menyeimbangkan penggunaan teknologi, serta menjaga interaksi interpersonal agar keharmonisan tetap terpelihara. (rnc07)
