Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kalau kita bersama-sama, kita bukan lagi setetes air, tetapi samudera luas,” pungkasnya.
Pesan Wakil Gubernur NTT
Sementara itu, Wakil Gubernur Johni Asadoma menegaskan pentingnya organisasi seperti IKAS bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga lokomotif penggerak perubahan.
“Mubes itu bukan main-main. Kalau IKAS memakainya, artinya ada semangat besar untuk berkontribusi nyata bagi NTT,” ungkapnya.
Ia menyoroti tantangan pembangunan seperti rendahnya IPM, tingginya stunting, hingga pengelolaan keuangan keluarga. Johni mengingatkan agar pengeluaran konsumtif dialihkan untuk kebutuhan gizi keluarga.
“Kalau Rp50 ribu per hari untuk sirih-pinang, miras, atau rokok kita alihkan ke telur, susu, atau kacang hijau, stunting bisa hilang dalam lima tahun,” tegasnya.
Harapan Panitia IKAS
Plt. Ketua Umum IKAS Kupang, Edy Gana, menjelaskan Mubes IV sempat tertunda dari Juli 2025 karena kendala teknis, dan kali ini juga dirangkai dengan seminar bertema Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan.
“Mubes ini diharapkan menghasilkan kepengurusan baru dan program kerja strategis yang aplikatif,” katanya.
Mubes IV IKAS Kupang akan berlangsung dua hari dan diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat Sumba di Kupang dengan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan Kota Kupang dan NTT. (*/pkp/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

