“Tetap jaga kekompakan dan komunikasi kalau sudah bekerja di Jepang supaya bisa saling menguatkan,” pesannya.

Gubernur juga memberi apresiasi kepada Bupati Belu yang berani bekerja sama dengan Yayasan Binawan, lembaga pelatihan tenaga kerja bereputasi internasional.

Apresiasi untuk Pemkab Belu

Menurutnya, langkah Pemkab Belu luar biasa karena membuka jalan bagi anak-anak daerah perbatasan menjadi pionir bekerja di Jepang.

“Harus manfaatkan kesempatan ini dengan baik agar bisa lolos. Saudara-saudara adalah perintis anak Belu dan anak NTT yang akan bekerja di Jepang,” tegas Melki.

Untuk menyemangati para peserta, ia memperkenalkan yel-yel “Kompak, Solid, Petarung, dan Siap Bekerja di Jepang!!!” yang dijawab penuh semangat oleh para calon PMI.

Dukungan Penuh Pemkab Belu

Bupati Belu, Willy Lay, memastikan seluruh biaya pelatihan ditanggung APBD Kabupaten Belu. Pihaknya juga bekerja sama dengan Keuskupan Atambua untuk mempersiapkan peserta dari aspek rohani, pengetahuan, dan karakter.

“Saya harap semua peserta bisa lulus dan lolos bekerja di Jepang,” ungkap Willy Lay.

Diketahui, 60 calon PMI ini akan menjalani pelatihan selama enam bulan bersama tiga instruktur profesional dari Yayasan Binawan.

Gubernur NTT Tinjau Program MBG di Tasifeto Timur

Sebelum mengunjungi LPK Binawan, Gubernur Melki menyempatkan diri meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasifeto Timur di Desa Lalosuk.