Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Saya bersyukur dan berterima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan FKIP. Ini menjadi motivasi besar untuk mengikuti proses ini,” ujarnya.
Ia optimis menghadapi kontestasi, meski menyadari besarnya pengaruh suara Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang memiliki bobot 35 persen, sementara 65 persen sisanya dimiliki anggota Senat Universitas.
“Siapa pun yang maju Pilrek Undana memiliki peluang yang sama. Segala proses dan hasilnya kami serahkan kepada Tuhan,” tambahnya.
Panitia Siap Perpanjang Pendaftaran
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Ola, M.Si, menjelaskan masa pendaftaran bakal calon yang berakhir 19 Agustus dapat diperpanjang jika hanya ada tiga pendaftar. Panitia bahkan sudah mengirim undangan ke 70–80 perguruan tinggi di Indonesia, namun hingga kini belum ada calon dari luar Undana.
Menurutnya, sedikitnya pendaftar bukan karena kekurangan SDM berkualitas, melainkan karena tidak semua orang memiliki minat atau kesiapan menjadi rektor.
“Dengan jumlah dosen yang ada, seharusnya lebih banyak yang mendaftar. Tapi menjadi rektor bukan talenta semua orang,” jelas Prof. Simon.
Setelah pendaftaran, proses akan berlanjut ke pemeriksaan dokumen, pemaparan visi-misi pada akhir September, dan pemilihan yang dijadwalkan selesai pada 6 Desember 2025. Dinamika internal kampus dan pengaruh pusat diperkirakan menjadi faktor penentu siapa yang akan memimpin Undana ke depan. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan