Menurut Krista, mengingat kembali kondisi Prada Lucky waktu itu sungguh menyedihkan. Sangat berbeda jauh dengan foto-fotonya semasa hidup. Tetapi dia tidak berpikir bahwa Prada Lucky akan pergi secepat itu.

“Setiap hari saya mencari tahu kondisimu di teman2. Bagaimana perkembangannya dll,” sambungnya.

Krista mengaku berkomunikasi terakhir kali dengan Prada Lucky pada Senin (4/8/2025) malam. Pada malam itu, dia melihat kondisi Prada Lucky yang terus menurun. Rekan kerjanya di RSUD Aeramo juga prihatin dan sedih karena Prada Lucky jauh dari kedua orangtuanya.

Selasa pagi, lanjut Krista, Prada Lucky berjuang melawan maut. Dia lantas meminta teman-temannya untuk berbisik di telinga Prada Lucky “adek.. harus kuat karena mama mau datang”

Krista menyebut, Selasa siang, ibu Prada Lucky tiba. Dalam keadaan lemas tanpa suara, tangisan sang ibunda membangunkan Prada Lucky.

“Terlihat air mata mengalir dari kedua mata mu.. teringat waktu itu ibu mu memberitahukan engkau klo besok bapa datang.”

Seperti sudah diatur, lanjut Krista, keesokan harinya, Rabu (6/8/2025) ada penerbangan pagi. Ayah Prada Lucky ikut di penerbangan itu.

“Kau sepertinya hanya ingin berpamitan dengan kedua orangtua mu. Rabu pagi tak lama setelah bapakmu tiba, kau menghembuskan nafas terakhir mu..