oleh: Robert Kadang
(jurnalis)

“Congrats” Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IkaT-Nus) yang hari ini menghelat Munas pertamanya. Baru seumuran jagung, tapi sepak terjangnya telah mencatatkan sejarah. Setidaknya bagi keluarga Sangtorayan yang telah merasakan manfaatnya. Ditolong pun dibantu. Tanpa pamrih dan tedeng aling-aling.

Untuk mu yang sedang ber-Munas di Jakarta, ajakan Ketum Frederick Kalalembang untuk memberikan pemikiran yang konstruktif nan elegant, memang diperlukan. Demi tetap eksisnya IkaT-Nus ke depan. Beta percaya, IkaT-Nus adalah kumpulan orang-orang hebat. Tak diragukan. Tak perlu memikirkan untuk bersaing dengan komunitas serupa tapi tak sama. Sebab, ini bukan organisasi nir laba yang profit oriented.

Iklan

Kiprah IkaT-Nus sudah berjalan di rel-nya. Apalagi, “teriakannya” makin lantang dari Senayan. Terasa sampai Nusa Tenggara Timur, provinsi terselatan di republik ini. Ya.., di “Selaksa Nusa”. Empati dan responsif seorang “JFK”, tentang makna sipopadik, dibalut dalam sisi humanis: siangkaran. Patut diapresiasi dan diacungi dua jempol.

Sebagai jurnalis, beta selalu mengikuti perkembangan IkaT-Nus. Di beberapa kesempatan, “intervensi” Ketum Fred Kalalembang dan sokongan pengurus lainnya, terbilang mujarab. Bisa menyelesaikan masalah, tanpa masalah. Nothing to lose. Tatanan ini mesti dijaga, sebab membedakan IkaT-Nus dari “kombatannya”. Beta sih hanya bisa bilang: IkaT-Nus seng ada lawang.