So’E, RakyatNTT.ID Timor Tengah Selatan (TTS) kembali meriah dengan digelarnya Festival Budaya Daerah dan Pameran Pembangunan Tahun 2025 di Lapangan Pemda TTS, Kamis (21/8/2025).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati TTS Johny Army Konay, S.H., M.H.

Ketua panitia, Betty, dalam laporannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, kebersamaan, serta melestarikan seni dan budaya daerah.

Tema: Mengisi Kemerdekaan dengan Pendidikan

Festival Budaya TTS 2025 mengusung tema “Mengisi Kemerdekaan dengan Pendidikan”. Ajang ini menjadi wadah penyaluran bakat dan kreativitas generasi muda sekaligus sarana melestarikan kekayaan budaya daerah.

Selain itu, festival ini juga memperkuat interaksi antara pelajar, sanggar seni, dan masyarakat dalam semangat gotong royong dan persatuan. Tahun ini, terdapat 315 peserta yang ambil bagian.

Ragam Lomba dan Pertunjukan

Berbagai kegiatan seni dan budaya ditampilkan:

  • Tarian Tradisional Maekat
  • Tarian Tradisional Sbo Bano
  • Tarian Tradisional Telsain
  • Tarian Tradisional Bonet
  • Lomba Pidato
  • Cerita Rakyat
  • Stand Up Comedy Bahasa Dawan
  • Fashion Show Busana Tradisional

Pesan Wakil Bupati TTS

Dalam sambutannya, Johny Army Konay menegaskan bahwa festival ini adalah wujud komitmen Pemkab TTS untuk melestarikan, mengembangkan, dan memajukan budaya lokal.

“Festival ini bertujuan menjaga agar seni, tradisi, dan budaya TTS tetap hidup di tengah perubahan zaman, menanamkan tanggung jawab generasi muda untuk merawat warisan budaya, serta menjadikan budaya sebagai bagian integral dari pembangunan,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar peserta menjadikan festival sebagai ajang kebersamaan, kreativitas, dan sportivitas, bukan sekadar mengejar juara.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten TTS, pejabat Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT, Balai Bahasa NTT, Balai Penjamin Mutu Pendidikan NTT, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, FORKOPIMDA TTS, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan. (rnc26)