Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Minimnya fasilitas penerangan jalan umum di Jalur 40 Naimata-Petuk-Bolok kembali mendapat sorotan dari DPRD Kota Kupang. Kondisi jalan gelap di malam hari dinilai rawan kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas.
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Kupang, Djunaidi Kana, menyebut keluhan warga di Kelurahan Maulafa dan Naimata terus muncul terkait kurangnya perhatian pemerintah terhadap jalur tersebut.
“Jalur 40 masih terlalu minim fasilitas. Malam hari sangat gelap, padahal siang hingga sore jalur ini cukup ramai dilintasi kendaraan,” ungkap Djunaidi, Jumat (29/8/2025).
Jalur Rawan Kriminalitas dan Kecelakaan
Menurutnya, kondisi gelap membuat pengendara was-was melintas di malam hari. Bahkan, kendaraan besar seperti truk distributor dari Pelabuhan Tenau yang diprioritaskan lewat jalur ini pun enggan melintas karena tidak nyaman dan rawan kecelakaan.
“Seharusnya jalur distribusi barang ini diperhatikan. Faktanya, banyak kendaraan besar justru memilih jalur dalam kota,” tambahnya.
Selain gelap, Jalur 40 juga kerap dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal sehingga mencemari lingkungan sekitar.
Desakan DPRD ke Pemkot
Djunaidi meminta Pemerintah Kota Kupang segera berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional dan Pemerintah Provinsi untuk memasang lampu jalan. Ia mencontohkan, jika jalur Timor Raya bisa dipasang lampu PJU oleh Pemkot, maka Jalur 40 juga layak mendapat perhatian serupa.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

