Mbay, RakyatNTT.ID Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, memimpin langsung upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Angkatan XIX Tingkat Kabupaten Nagekeo Tahun 2025 di Aula Setda Kantor Bupati, Jumat (15/08/2025).

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, dimulai pukul 19.43 WITA. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada, Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, perwakilan Danyon TP 834/WM, Dandim 1625/Ngada, DanPos TNI AL Mbay, pejabat perangkat daerah, TNI-Polri, serta para orang tua anggota Paskibraka.

Makna Pengukuhan Paskibraka

Dalam sambutannya, Bupati Simplisius menegaskan bahwa pengukuhan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting yang meneguhkan tekad, komitmen, dan tanggung jawab kebangsaan.

“Pengukuhan ini melibatkan putra-putri terbaik daerah yang telah melalui seleksi ketat dan pelatihan intensif. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah dan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Nagekeo pada tugas kenegaraan yang mulia: mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada HUT RI ke-80,” jelasnya.

Ikrar dan Nasionalisme Generasi Muda

Melalui pembacaan Ikrar Putra Indonesia, anggota Paskibraka menyatakan janji setia kepada bangsa dan negara. Bupati menekankan bahwa semangat mereka mencerminkan nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan jiwa nasionalisme.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, dan panitia yang membentuk karakter disiplin anggota, serta ucapan terima kasih kepada orang tua atas dukungan penuh.

“Tunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air dalam setiap langkah. Kalian tidak hanya mengibarkan bendera, tapi juga semangat persatuan bangsa,” pesan Bupati Simplisius.

Harapan untuk Generasi Penerus

Bupati menegaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat perjuangan para pahlawan. Ia berharap anggota Paskibraka 2025 menjadi teladan bagi generasi muda lainnya dan sukses menjalankan tugas pada Upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2025 di Lapangan Berdikari Danga.

Pengukuhan ditandai dengan penyematan Kendit Paskibraka secara simbolis oleh pembina upacara kepada pemimpin upacara. Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama. (rnc15)