Kupang, RakyatNTT.ID Sebanyak 16 film pendek karya mahasiswa semester VI Program Studi Ilmu Komunikasi (Jikom) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses memukau ratusan penonton dalam ajang “Nonton Bareng: Pemutaran Karya Film Pendek Mahasiswa” yang digelar di Teater Rektorat Lantai 3, Jumat (4/7/2025).

Acara ini merupakan puncak dari pembelajaran mata kuliah Sinematografi, yang tahun ini memasuki gelaran keduanya. Penayangan dibagi dalam dua sesi, masing-masing menampilkan karya dari kelas Sinematografi A–D.

Kreativitas tanpa Batas Mahasiswa Jikom

Sesi pertama dilangsungkan pada Kamis (3/7/2025), menayangkan delapan film dari kelas A dan B, disusul sesi kedua pada Jumat (4/7/2025) untuk kelas C dan D. Masing-masing karya menyajikan genre beragam: mulai dari drama emosional, horor menegangkan, komedi segar, hingga misteri penuh teka-teki.

Keragaman genre dan kualitas penyutradaraan membuktikan bahwa mahasiswa Jikom Undana mampu menghasilkan karya sinema yang bernilai artistik dan sarat pesan moral.

Apresiasi dari Akademisi dan Pemerintah Daerah

Dosen pengampu Sinematografi kelas C dan D, Henny L.L. Lada, S.Sos., M.I.Kom, menyampaikan rasa bangganya.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata apresiasi kami terhadap dedikasi dan kerja keras mahasiswa dalam menghasilkan karya sinema yang otentik dan bermakna,” ujarnya saat membuka acara.

Tak hanya pihak kampus, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, juga hadir dan memberikan sambutan inspiratif. Ia menyatakan dukungan penuh Pemkot Kupang terhadap pengembangan industri perfilman lokal.

“Ada kebutuhan mendesak untuk menyediakan ruang bagi anak muda berbakat. Pemkot Kupang akan mendukung lebih banyak inisiatif seperti ini,” tegasnya.

Ia bahkan membocorkan rencana peluncuran program “Sunset Cinema”, yang diharapkan bisa menjadi wadah tayang film lokal, termasuk karya mahasiswa Undana.

Diskusi Interaktif: Belajar dari Balik Layar

Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama tim produksi dari masing-masing film. Penonton bebas bertanya seputar proses kreatif, tantangan produksi, hingga nilai dan pesan yang ingin disampaikan.

Diskusi ini memperkaya wawasan penonton dan menjadi sarana edukasi sinematografi praktis dari mahasiswa kepada publik.

Antusiasme Penonton dan Harapan ke Depan

Salah satu penonton, Yohanes Budiman, mengungkapkan kekagumannya.

“Semua film yang diputar sangat keren dan punya pesan yang menyentuh. Ini bukti nyata bahwa generasi muda NTT punya potensi luar biasa,” katanya.

Keberhasilan acara ini tak hanya menjadi bukti kemampuan mahasiswa Jikom, tapi juga memperkuat posisi Prodi Ilmu Komunikasi Undana sebagai motor penggerak kreatif di dunia perfilman Kupang dan NTT. (*/hms/rnc)