Kupang, RakyatNTT.ID Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Faperta Undana) kembali menorehkan prestasi gemilang.

Tiga mahasiswa terbaiknya—Umbu Yudho Manasye Hanggongu, Imanuella A.E. Blegur, dan Zhafir Erha Muhamad Ilyas Pua Upa—resmi terpilih untuk mengikuti program magang riset internasional di Prince of Songkla University (PSU), Thailand.

Program ini merupakan hasil kerja sama internasional antara Undana dan PSU dalam upaya memperkuat riset dan pengembangan ilmu pertanian tropis yang relevan dengan karakteristik wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelepasan Resmi oleh Wakil Rektor dan Dekan Faperta

Pada Jumat, 11 Juli 2025 pukul 14.30 WITA, ketiga mahasiswa ini berpamitan secara resmi kepada Wakil Rektor I Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si (dikenal juga sebagai Prof. Maria Loretha), di ruang kerjanya. Turut hadir Dekan Faperta, Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, M.Si, Wakil Dekan, dan dosen pembimbing, Wida Sari Bunga, S.P., M.Sc.

Dalam sambutannya, Prof. Annytha menyampaikan apresiasi dan harapan besar. “Ini kesempatan emas yang tidak dimiliki semua orang. Bawa pengalaman ini pulang untuk menginspirasi adik-adik kelas dan membangun Undana menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengalaman internasional akan menjadi nilai tambah penting baik bagi individu mahasiswa maupun lembaga secara keseluruhan.

Langkah Internasionalisasi Undana dan Tri Dharma

Program magang ini bukan sekadar pengalaman akademik, tapi merupakan strategi Undana dalam menguatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian internasional. Kolaborasi dengan PSU menitikberatkan pada pengembangan keilmuan pertanian tropis, yang sangat relevan dengan kondisi agrikultur di Indonesia timur.

Dekan Faperta, Dr. Muhammad S. M. Nur, menyatakan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program ini adalah bukti nyata peningkatan mutu pendidikan. “Kami ingin mahasiswa siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi dan pengalaman nyata lintas negara,” jelasnya.

Dampak dan Harapan Jangka Panjang

Magang ini menjadi bukti komitmen Undana untuk mencetak lulusan berdaya saing global. Ketiga mahasiswa ini membawa harapan besar tidak hanya sebagai peserta riset, tetapi sebagai role model yang dapat membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Selepas program ini, mereka diharapkan dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mendorong kemajuan sektor pertanian, khususnya di NTT—mulai dari teknik budidaya tropis, manajemen lahan, hingga inovasi pertanian berkelanjutan.

Program ini juga dipandang sebagai awal dari kemitraan yang lebih luas antara Undana dan institusi pendidikan tinggi dunia lainnya. Harapannya, semakin banyak mahasiswa Undana yang bisa meraih peluang serupa di masa mendatang. (*/hms/rnc)