Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
oleh: Robert Kadang
Fresh, enak seperti menu rumahan, pun terjangkau kantong. Begitu komentar para konsumen usai menyantap makanan di Cafe and Resto “Dapoer Koepang”. Saat makan, mereka terlihat lahap. Sejak dibuka jam tujuh pagi, orang kantoran, para ASN, politisi, komunitas pensiunan hingga mahasiswa, sudah berjubel mengantri.
Terlihat tak ada menu spesial. Yang disajikan, semua menu rumahan. Dari tumis kangkung, cap cay, tempe dan tahu sambal, sayur terong, bunga pepaya dan jatung pisang, ikan pepes, ikan bumbu, serta ikan bakar, jadi permintaan favorite. Ada pula menu daging sapi lada hitam. Nasi kuning dan jus buah juga ada. Sambalnya, tergantung selera. Sambal terasi atau sambal mentah. Semua serba halal. “Menunya banyak pilihan. Rasanya pun enak. Setiap kali ingat masakan di rumah, saya jadi ingat ‘Dapoer Koepang’. Harganya sangat terjangkau,” ungkap Linda Dupe, mantan Manajer Area Telkom Kupang, saat dimintai tanggapannya, Selasa (22/7/2025).
Lokasinya yang berada di tengah Kota Kupang, tepatnya di deretan ruko depan Kantor Pusat Bank NTT, di Jalan Bajawa, membuat “Dapoer Koepang” selalu ramai pengunjung. Resto ini dibuka sejak tahun 2015. Oleh Kong Sinlae. Pengalamannya masak memasak puluhan tahun di Australia, menjadi modal buka usaha “Dapoer Koepang”. “Saya tidak lagi terjun di dapur. Karyawan yang masak. Mereka pintar-pintar setelah saya ajar,” ujar Kong Sinlae kepada RakyatNTT.com.
Karena menu yang ditawarkan “Dapoer Koepang” adalah masakan rumahan, membuat sejumlah karyawan perkantoran dan pegawai ASN tak perlu lagi balik ke rumah saat jam makan siang tiba. “Untuk apa pulang rumah lagi. Masakannya sama koq dengan yang di rumah. Murah lagi. Hanya 15 sampai 20 ribu,” aku Herman, pegawai kantor gubernur NTT.
Menurut Kong Sinlae, masakannya selalu habis tiap hari. Caranya, menu yang habis, langsung dimasak lagi. “Jadi kitchen stand by terus. Kami tidak masak dalam porsi banyak. Kalau habis, baru dimasak lagi. Jadi selalu fresh,” sebut Kong Sinlae seraya mengaku tidak mengunakan penyedap rasa di setiap masakannya. “Penyedap rasa justru bikin banyak orang sakit. Terutama sakit kepala,” sebutnya.
Untuk ukuran Resto “Dapoer Koepang”, mempekerjakan 20 karyawan terbilang besar. Mereka melayani dengan gesit dan cekatan. “Saya tidak mau pelanggan menunggu lama. Begitu dia pesan, makanan langsung diantar. Pelanggan adalah raja. Saya mengajarkan karyawan untuk melayani dengan ramah dan cepat. Dan yang terutama, kebersihan tempat usaha bahkan kamar mandi, harus benar-benar bersih, sehingga konsumen nyaman dan datang lagi,” imbuh Kong Sinlae.
Walaupun ramai pengunjung, Kong Sinlae tetap berbagi dengan sesamanya pengelola usaha rumah makan atau kuliner. Dia menutup usahanya di jam lima sore. Malam hari tutup. “Saya mengerti. Berbagi dengan sesama UMKM perlu. Jadi kami tutup jam lima sore, tiap hari. Malam tidak buka,” kata Kong Sinlae.
Soal bahan baku, sayuran, ikan dan bumbu, menurut Kong Sinlae, mudah didapat. “Semua produksi Kupang. Sayuran dan bumbu melimpah. Ikan apalagi. Orang bilang NTT daerah kering, tapi kita bersyukur sayuran dan ikan melimpah. Makanya pelanggan saya yang dari Jakarta, Surabaya dan dari luar negeri heran. Mereka pikir saya beli sayur dan ikan dari luar Kupang. Padahal banyak di Kupang,” tandas Kong Sinlae sembari menyebutkan beberapa nama pengusaha terkenal yang mengunjungi tempat usahanya. “Pak Tommy Winata pernah ke sini. Pak Viktor Laiskodat sering main ke sini. Belum lama ini, Pak Fransiscus Go juga ke sini. Saya bangga bisa dikunjungi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan