Mataram, RakyatNTT.ID – Flobamora Culture Fest 2025 resmi digelar di Teras Udayana, Kota Mataram, Sabtu (12/7) malam sebagai bagian dari kegiatan Porseni Ikatan Keluarga Besar Flobamora NTB.

Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, serta Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, dan Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana.

Suasana penuh kekeluargaan mewarnai malam puncak acara, meski diguyur hujan. Penampilan seni dan budaya dari berbagai etnis NTT seperti Sumba, Rote, Flores, dan Ende memukau para undangan dan warga diaspora.

Iklan

Apresiasi dan Pesan dari Gubernur NTB

Gubernur NTB, Dr. Lalu Iqbal, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Gubernur NTT dan seluruh keluarga besar Flobamora di wilayahnya. Ia menyatakan komitmen untuk memperlakukan warga diaspora sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat NTB.

“Saya dan Pak Mohan adalah bapak bagi kalian semua. Kami berkewajiban mengurus dan menjaga kalian,” ujar Iqbal dalam sambutannya.

Seruan Kolaborasi Sunda Kecil dari Gubernur NTT

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengawali sambutan dengan ucapan syukur atas kesempatan bertemu kembali dengan warga Flobamora di NTB. Ia menggarisbawahi pentingnya memperkuat ikatan historis dan budaya antara NTT, NTB, dan Bali yang dulu dikenal sebagai wilayah Sunda Kecil.

“Kami ingin mendorong kerja sama yang lebih erat, terutama di bidang ekonomi dan pengembangan masyarakat lintas wilayah,” tegas Melki.

Ia juga mengingatkan warga diaspora agar tetap menjadi warga yang baik, sukses, dan membanggakan di tempat tinggal masing-masing, sekaligus tetap menjaga hubungan dengan kampung halaman di NTT.

“Tinggallah dan berkontribusilah dengan baik di tanah rantau, namun jangan lupakan NTT,” pesan Melki.

Budaya dan Persaudaraan Meriahkan Acara

Flobamora Culture Fest 2025 diwarnai berbagai atraksi budaya, mulai dari tarian kolosal, paduan suara, hingga penampilan etnik khas daerah dari seluruh penjuru NTT. Meski hujan mengguyur, antusiasme tidak surut.

Acara ini menjadi wadah pemersatu warga diaspora, sekaligus sarana memperkuat kolaborasi antara daerah dalam semangat NKRI dan mempertegas peran budaya sebagai jembatan solidaritas. (*/bap/rnc)