So’E, RakyatNTT.ID Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mulai menyalurkan bantuan beras kepada 60.376 penerima manfaat sebagai bagian dari program stimulus pangan nasional tahun 2025.

Penyaluran cadangan beras pemerintah ini digelar di halaman kantor Perum Bulog So’E, Selasa (29/7/2025).

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H., secara simbolis menyerahkan bantuan berupa dua karung beras (@10 kg) kepada masyarakat penerima manfaat. Total beras yang disiapkan untuk distribusi mencapai 1.207.520 kilogram, berdasarkan data resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Bantuan Menjangkau 278 Desa di 32 Kecamatan

Menurut Neni Yanti Nadeak, Manager Administrasi dan Keuangan Perum Bulog Kanwil NTT, distribusi ini mencakup 278 desa dari 32 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten TTS.

“Ini program dari pemerintah pusat yang dipercayakan kepada Bulog. Sesuai data dari Bapanas, beras akan disalurkan ke 60.376 penerima manfaat di TTS,” ujar Neni.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan semua pihak, termasuk aparat desa dan kecamatan, agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Kami butuh kolaborasi semua stakeholder supaya amanah ini sampai ke tangan masyarakat yang berhak, tanpa hambatan,” tambahnya.

Bupati Eduard: Tidak Boleh Ada Pungutan

Dalam sambutannya, Bupati Eduard Markus Lioe menegaskan bahwa bantuan harus disalurkan secara adil, transparan, dan tanpa pungutan apa pun. Ia meminta semua kepala desa dan camat ikut mengawasi distribusi agar tidak terjadi penyimpangan.

“Pastikan bantuan ini tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu, serta tanpa pungutan. Tugas aparat adalah mengawal dan menginformasikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Harapan untuk Penerima Manfaat

Eduard juga berpesan kepada masyarakat agar menggunakan bantuan beras tersebut sebaik mungkin.

“Saya berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban hidup masyarakat, dan menjadi tambahan semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mari rawat semangat gotong royong untuk membangun daerah kita tercinta,” ujar Bupati.

Informasi yang dihimpun dari Dinas Sosial Kabupaten TTS menunjukkan bahwa data penerima telah diverifikasi oleh Bappenas. Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menghadapi tekanan ekonomi masyarakat, terutama pasca pandemi. (rnc26)