oleh: Robert Kadang

Kecintaan Fransiscus Go pada dunia pertanian, menginspirasi banyak orang. Termasuk mereka yang menyebut diri: petani milenial. Sepak terjang pengusaha asal Timor, Nusa Tenggara Timur itu, bak menularkan “virus”. Mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, cara tanam, perawatan, hingga pemasaran. Tak ayal, banyak pihak lalu ingin berkolaborasi dengan Yayasan Felix Maria Go di bawah pimpinan Fransiscus Go.

Salah satunya Peter Salem (36). Pemuda Timor Tengah Selatan ini telah mendedikasinya dirinya di bidang pertanian. Untuk kemajuan daerahnya. Di mata Peter, Fransiscus Go adalah sosok seorang mentor yang inspiratif, inovatif dan motivatif. “Benar-benar tokoh yang inspiratif. Saya mengatakan pada diri saya dan juga banyak orang, bahwa orang sekelas Pak Fransiscus Go saja menekuni bidang pertanian, apalagi kita. Kita punya lahan. Asal ada kemauan, pasti bisa,” tandas Peter kepada RakyatNTT.com, Sabtu (28/6/2025).

Berlatar belakang sebagai perawat, tidak menyurutkan niat Peter untuk mengembangkan lahan pertanian miliknya. Tak kenal lelah dan waktu, dia mengajak siapa saja, agar mau menanam dan bertani. Semua upaya itu dilakukan Peter, karena dia seorang teknisi pertanian dan pemasaran. Dia berkolaborasi dengan warga desa di Kecamatan Polen, Kolbano dan Mollo Selatan, di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Kami merancang ‘kebun edukasi’ sebagai bentuk respek saya pada motivasi Pak Frans Go. Bekerja sama BUMDes Kayudoi Neonbila. ‘Kebun edukasi’ ini diharapkan membangkitkan semangat petani milenial, agar cinta pertanian. Terima kasih Pak Frans Go yang telah menginspirasi dan mensupport kami. Beliau wirausahawan sejati,” kata Peter yang mengaku mengenal Fransiscus Go sejak tahun 2022.

Menurutnya, untuk menuju NTT sejahtera, dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Termasuk anak muda dan para petani. “Masih banyak anak muda tidak ingin terjun ke dunia pertanian. Menjadi petani dianggap tidak bisa memberikan hidup yang layak. Padahal, jika lahan dikelola secara optimal, dan hasilnya melimpah, penghasilannya lumayan. Bisa melambungkan nama sebagai pengusaha,” imbuh Peter seraya menambahkan, dia selalu diberi bibit sayur oleh Fransiscus Go.

Banyaknya ide kreatif yang sering diwacanakan Fransiscus dalam setiap moment, ujar Peter, seringkali pula memantik rasa penasarannya untuk selalu mencoba. “Satu hal yang membuat saya kagum pada Pak Fransicus Go, orangnya pantang menyerah dan punya solusi. Taktis cara kerjanya. Membuat saya harus banyak belajar dan menekuni,” pungkas Peter Salem. (*)