Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Takuju Market, ajang pameran kuliner dan produk UMKM yang digagas oleh Baomong Nonstop Production bersama Fransiskus Go melalui Yayasan Felix Maria Go, menjelma jadi magnet pemasaran produk lokal di Kota Kupang.
Salah satu pencapaian yang menarik perhatian adalah keberhasilan pelaku usaha Teman Coffee yang berhasil menjual hingga 170 gelas minuman per hari.
Pantauan langsung RakyatNTT.ID, Jumat (13/6/2025), area depan GOR Flobamora Kupang dipadati pengunjung. Acara ini digelar selama 7 hari, sejak 8 Juni hingga 14 Juni 2025, bertepatan dengan berlangsungnya Turnamen Basket Takuju di Arena GOR Oepoi.
Lebih dari 20 booth UMKM memadati area tersebut dengan ragam produk kuliner—mulai dari jajanan lokal, makanan internasional, hingga minuman sehat.
Salah satu bintang dalam acara ini adalah booth Teman Coffee yang tak hanya menyajikan kopi, tetapi juga varian minuman non-kopi. “Sehari bisa tembus 170 cup. Ini jadi ajang luar biasa untuk pelaku UMKM seperti kami,” ujar Neva Loaina, pemilik Teman Coffee.
Neva menambahkan, Takuju Market tidak hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga memberikan peluang nyata bagi pelaku usaha mikro untuk unjuk gigi. Bahkan, lokasi kegiatan yang strategis dan dukungan fasilitas parkir dinilai sangat mendukung kelancaran acara.
Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi event rutin dan berdurasi lebih panjang. “Kalau bisa, jangan cuma seminggu. Pak Frans Go dan Yayasan Felix Maria Go semoga bisa terus konsisten menyelenggarakan kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Andi Zulkifli, inisiator kegiatan dari Baomong Nonstop Production menyampaikan bahwa volume pertama Takuju Market juga sukses digelar pada April 2025. Ia menegaskan bahwa peran Fransiskus Go sangat besar dalam mendukung UMKM lokal.
“Dari awal, Pak Frans selalu support. Harapan kami, makin banyak figur seperti beliau yang terinspirasi untuk bantu teman-teman UMKM,” kata Andi.
Ia menambahkan, harapan terbesar dari gelaran seperti ini adalah tumbuhnya komunitas pelaku UMKM baru dan meningkatnya skala kegiatan menjadi lebih sering, tidak hanya musiman, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis UMKM. (rnc04)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan